Beranda Berita Setoran dari Kejauhan saat PKL, Cinta Siswa-Siswi Kelas XII Tahfidz SMA AL...

Setoran dari Kejauhan saat PKL, Cinta Siswa-Siswi Kelas XII Tahfidz SMA AL HIKMAH terhadap Al-Qur’an Tak Berkurang

197
0

Sirampog, 24 Juli 2025_Kesibukan bukanlah alasan untuk jauh dari Al-Qur’an. Hal ini dibuktikan oleh siswa-siswi kelas XII Tahfidz SMA Al Hikmah yang tetap melaksanakan setoran hafalan secara online, meski tengah menjalani PKL. Di tengah keterbatasan waktu dan tempat, mereka tetap menjaga interaksi dengan kalam Ilahi.

Tak hanya semangat dari siswa-siswi, keberlangsungan setoran hafalan secara online ini juga tidak lepas dari peran aktif para ustadz dan ustadzah pembimbing. Mereka dengan sabar dan telaten terus mengingatkan serta memotivasi siswa-siswi untuk menjaga komitmen hafalannya, meskipun di tengah jadwal PKL yang padat.

Para pembimbing juga turut menyesuaikan sistem setoran dengan kondisi para santri yang tersebar di berbagai tempat praktik. Melalui komunikasi intensif via grup dan pesan pribadi, ustadz dan ustadzah membagikan jadwal setoran yang fleksibel, disesuaikan dengan waktu senggang masing-masing siswa.

Dengan pendekatan yang persuasif dan penuh perhatian, mereka memastikan bahwa setiap siswa tetap terhubung dengan Al-Qur’an dan tidak merasa terbebani. Proses setoran dilakukan melalui platform digital seperti video call, sehingga meski berjauhan secara fisik, semangat kebersamaan dalam menjaga hafalan tetap terasa kuat.

Upaya ini menunjukkan sinergi yang luar biasa antara guru dan murid dalam menjaga nilai-nilai spiritual di tengah tantangan kegiatan luar sekolah.

“Menurut saya, setoran online saat pkl tidak membebani karena itu merupakan salah satu tanggung jawab dan memang merupakan kewajiban kita,” ucap Nayla salah satu siswi tahfidz.

“Walaupun kadang saya merasa terbebani, tapi dibawa enjoy aja ternyata membuat saya nggak terlalu di tekan, tapi itu semua juga tergantung ke diri masing-masing juga,” lanjut Nayla memaparkan pendapatnya.

Meski di tengah kesibukan PKL tidak semua siswa dapat konsisten dalam jadwal setorannya. Namun, semangat untuk menjaga hafalan tetap menggelora. Mereka terus berusaha menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an, baik dengan murajaah mandiri maupun menyetorkan hafalan sesuai waktu yang memungkinkan. Hal ini menjadi bukti bahwa meski menghadapi tantangan waktu dan tempat, komitmen terhadap hafalan tidak begitu saja hilang. Justru, di tengah kesibukan itulah nilai perjuangan dan kedisiplinan siswa-siswi tahfidz semakin terlihat.

Oleh : Fanesha A’inul Widad

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini